Kriptografi Dan Keamanan Informasi Oleh Irwan
Nama : Irwansyah
Nim : 2103015072
Kelas : 4D
Kriptografi
Kriptografi merupakan sebuah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, integritas data, serta otentikasi(Menez, 1996).Kata cryptography berasal dari bahasa Yunani yang berarti
cryptós (secret)
gráphein (writing)
Artinya “secret writing
Kriptografi melibatkan penggunaan algoritma dan kunci enkripsi untuk mengubah informasi asli menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berwenang.Kriptografi digunakan untuk mengamankan data dan informasi penting dengan cara mengenkripsi pesan sehingga hanya orang yang memiliki kunci yang tepat yang dapat membacanya. Enkripsi data melindungi data selama ditransmisikan melalui jaringan atau disimpan pada perangkat yang terhubung ke internet. Teknologi kriptografi juga digunakan dalam otentikasi pengguna dan verifikasi integritas data.
Layanan Kriptografi
1. Kerahasiaan pesan (Confidentiality/privacy/secrecy)
2. Keaslian pesan (Data integrity)
3. Keaslian pengirim dan penerima pesan (Authentication)
4. Anti penyangkalan (Non-repudiation)
Sejarah Kriptografi
Kriptografi, atau seni mengamankan informasi dengan cara merubahnya menjadi bentuk yang tidak dapat dimengerti oleh pihak yang tidak berhak, telah digunakan selama ribuan tahun. Berikut adalah sejarah singkat kriptografi:
4000 SM: Orang Mesir kuno menggunakan sandi hieroglif untuk mengamankan informasi pada papirus.
1500 SM: Suku Hittite menciptakan sandi penggantian huruf, di mana setiap huruf digantikan oleh huruf lain pada alfabet.
500 SM: Kaisar Persia, Darius the Great, menggunakan sandi surat untuk komunikasi rahasia dengan jenderal-jenderalnya.
Abad ke-9: Penulis Arab Al-Kindi menulis buku tentang kriptografi yang dianggap sebagai karya paling awal tentang kriptografi di dunia Islam.
Abad ke-16: Seorang ahli kriptografi Prancis, Blaise de Vigenere, mengembangkan sandi Vigenere, sebuah teknik penggantian yang menggunakan pola perulangan.
Abad ke-20: Selama Perang Dunia II, mesin Enigma digunakan oleh pasukan Nazi untuk mengamankan komunikasi mereka. Namun, matematikawan Polandia Marian Rejewski berhasil memecahkan kode Enigma dan memberikan informasi penting kepada sekutu.
Sejak saat itu, kriptografi terus berkembang dan menjadi semakin penting dalam dunia komputer dan internet. Saat ini, ada banyak algoritma kriptografi yang digunakan untuk mengamankan data, seperti RSA, AES, dan SHA.
Terminologi dalam kriptografi
Berikut adalah beberapa terminologi yang sering digunakan dalam kriptografi:
Plaintext: Pesan asli sebelum dienkripsi.
Ciphertext: Pesan hasil enkripsi, yaitu pesan yang telah diubah menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berwenang.
Enkripsi: Proses mengubah pesan asli (plaintext) menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berwenang (ciphertext) dengan menggunakan kunci enkripsi.
Dekripsi: Proses mengubah pesan terenkripsi (ciphertext) menjadi pesan asli (plaintext) dengan menggunakan kunci dekripsi.
Kunci enkripsi: Sebuah nilai atau rangkaian nilai yang digunakan untuk mengenkripsi pesan asli.
Kunci dekripsi: Sebuah nilai atau rangkaian nilai yang digunakan untuk mendekripsi pesan terenkripsi.
Kriptosistem: Suatu sistem atau metode yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi pesan.
Simetris: Suatu sistem kriptografi di mana kunci enkripsi dan kunci dekripsi sama.
Asimetris: Suatu sistem kriptografi di mana kunci enkripsi dan kunci dekripsi berbeda.
Hash: Suatu fungsi matematika yang mengubah data menjadi kode yang lebih kecil dan unik, biasanya digunakan untuk memverifikasi integritas data.
Digital Signature: Suatu metode yang digunakan untuk memberikan keaslian dan integritas pada dokumen atau pesan, sering kali digunakan dalam transaksi online.
Brute force: Suatu metode yang mencoba mengurai kunci enkripsi dengan mencoba semua kombinasi kemungkinan, biasanya hanya efektif pada kunci yang sangat pendek atau mudah ditebak.
Kerentanan: Sebuah kelemahan dalam sistem kriptografi yang memungkinkan orang yang tidak berwenang untuk membuka atau mengakses informasi yang seharusnya tidak dapat mereka akses.
Algoritma Kriptografi
1. Algoritma kriptografi simetri (symmetric-key cryptography).
Kunci enkripsi = kunci dekripsi.
2.Algoritma kriptografi nir-simetri (asymmetric-key cryptography)
Kunci enkripsi ¹ kunci dekripsi Kunci enkripsi → tidak rahasia (public key) Kunci dekripsi → rahasia (private key)
3. Fungsi Hash
Mengkompresi pesan ukuran sembarang menjadi message-digest berukuran fixed.
Irreversible (tidak bisa dikembalikan menjadi pesan semula)
Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam :
https://onlinelearning.uhamka.ac.id
Komentar
Posting Komentar