IRWANSYAH
1B
2103015049
SISTEM BILANGAN
Sistem bilangan yang digunakan dalam sistem komputer ada 4, yaitu : bilangan desimal, bilangan biner, bilangan oktal, dan bilangan heksadesimal. Sedangkan sistem kode yang digunakan ada 4 yaitu : kode EBC, kode EBCDIC, kode ASCII dan UNICODE. Selanjutnya akan dijelaskan satu persatu.
Komputer mengolah data yang ada secara digital, melalui sinyal listrik yang diterima atau dikirimkannya. Pada prinsipnya, komputer hanya mengenal dua arus, yaitu on atau off, atau istilah dalam angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu) atau 0 (nol). Kombinasi dari arus on atau off inilah yang mampu membuat komputer melakukan banyak hal, baik dalam mengenalkan huruf, gambar, suara, bahkan film-film menarik yang Anda tonton dalam format digital.
- KODE , simbol-simbol yang terdiri atas angka,huruf, tanda baca, karrakter.
- CODED , sistem pengkodean untuk transmisi digital.
- CHARACTER , Karakter merupakan lambang-lambang yang terdiri dari huruf, angka, serta lambang-lambang lainnya, dibentuk dari susunan bit.
- RADIKS ,Jumlah simbol.
Perbedaan sistem bilangan dan kode adalah Sistem kode mengkodekan semua karakter dalam input alat-alat atau keyboard pada proses di ADC (Analog to Digital Converter). Sedangkan sistem bilangan hanya mengkodekan bilangan atau angka.
Bilangan Desimal
Sistem bilangan puluhan atau desimal (decimal system) adalah sistem bilangan
yang kita pergunakan sehari-hari. Sistem bilangan ini disusun oleh sepuluh simbol angka yang memiliki nilai yang berbeda satu sama lain dan karena itu dikatakan bahwa dasar/basis atau akar (base, radix) dari pada sistem bilangan ini adalah sepuluh. Kesepuluh angka tersebut, sebagaimana telah kita ketahui, adalah:
0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9.
Nilai yang terkandung dalam setiap simbol angka secara terpisah (berdiri sendiri) disebut secara terpisah mutlak (nilai mutlak). Jelaslah bahwa harga maksimum yang dapat dinyatakan oleh hanya satu angka adalah 9. Harga-harga yang lebih besar dapat dinyatakan hanya dengan memakai lebih dari satu angka secara bersama-sama. Nilai yang dikandung oleh setiap angka di dalam suatu bilangan yang ditentukan oleh letak angka itu di dalam deret di samping oleh nilai mutlaknya. Cara penulisan ini disebut sebagai sistem nilai (berdasarkan) letak/posisi (sistem nilai posisi). Angka yang berada paling kanan dari suatu bilangan bulat tanpa bagian disebut berada pada letak ke 0 dan yang di kirinya adalah ke 1, ke 2 dan seterusnya sampai dengan ke (n-1) jika bilangan itu terdiri dari n angka. Nilai letak dari angka paling kanan, yaitu kedudukan ke 0, = 1. Nilai letak ke 1 adalah , nilai letak ke 2 adalah = 100, dan seterusnya nilai letak ke n-1 adalah .
Untuk bilangan yang bagiannya, bagian bulat dan bagiannya dipisahkan oleh tanda koma (tanda titik di Inggris, Amerika, dan lainlain). Angka di kanan tanda koma puluhan (titik desimal) disebut pada kedudukan negatif, yaitu letak ke -1, ke -2 dan seterusnya dan letaknya adalah , , dan seterusnya untuk kedudukan ke (-m) di kanan koma puluhan. Nilai yang diberikan oleh suatu angka pada suatu bilangan adalah kali dari nilai mutlak dan nilai terletak. Jadi, nilai yang diberikan oleh angka 5 pada bilangan 1253,476 adalah 5x = 50 dan yang diberikan oleh angka 7 adalah 7x = 0,07.
Secara umum, suatu bilangan puluhan yang terdiri atas n angka di kiri tanda koma puluhan dan m angka di kanan tanda koma puluhan, yang dapat dinyatakan dalam bentuk:
N = ... , ...
memiliki harga yang dapat dinyatakan dalam bentuk:
N = an-1 10n-1 + an-2 10n-2 +...+ a1 101 + a0 100 + a-1 10-1 + a-2 10-2 + ...+ am 10-m.
(1.1)
ü Bilangan yang dikenal dari 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9.
ü Bilangan Radik : 10
ü Misalnya : 2510 = 2x10 1 + 5x10 0
= 20 + 5
= 25
Bilangan Biner
Sistem bilangan biner hanya memiliki dua macam simbol angka, yaitu 0 dan 1, dan karena itu dasar dari sistem bilangan ini adalah dua. Harga yang ditunjukkan oleh bilangan biner dalam puluhan dapat dihitung dengan memakai persamaan (1.2) di atas dengan memasukkan R= 2 ke dalamnya. Sebagai contoh, harga bilangan biner 101,01 adalah :
1 x 2 2 + 0 x 2 1 + 1 x 2 0 + 0 x 2 -1 + 1 x 2 -2 = 5,25
Dapat disadari bahwa bila kita bekerja dengan lebih dari satu bilangan, maka kita akan mengalami kebingungan bila kita tidak menggunakan suatu tanda yang menyatakan dasar setiap bilangan. Untuk mencegah hal ini, pada setiap bilangan yang dicantumkan dasar bilangannya, seperti (101)2 atau 1012 untuk menyatakan bilangan 101 dalam biner. Jadi, contoh diatas dapat dituliskan sebagai :
Untuk penjelasan selanjutnya, kita akan menggunakan cara penulisan bilamana diperlukan. Bilamana dasar dari bilangan sudah jelas dari uraian ataupun jika kita hanya membicarakan satu sistem bilangan, tentunya kita tidak perlu dan tidak akan memberikan tanda tersebut. Didalam praktek pemrograman komputer, sering tanda tersebut hanya diberikan kepada bilangan yang bukan puluhan.
ü Bilangan yang dikenal dari 0,1.
ü Bilangan Radik : 2
ü Misalnya : 1012 = 1*2 2 + 0*2 1 +1*2 0
= 4 + 0 + 1
= 5
Soal Pilihan Ganda Konsep Digital
1. Data yang memberikan informasi dalam bentuk 'kontinu' atau terus menerus adalah
A. Transistor
B. Radio
C. Digital
D. Analog
Jawaban: D
2. Pernyataan yang salah terhadap keunggulan sinya digital adalah
A. Mendukung pada banyak teknologi
B. Konsumsi daya yang boros
C. Biaya perawatan yang murah
D. Mekanisme yang tidak rumit
Jawaban: B
3. Sinyal suara diperoleh setelah
A. Konversi analog ke digital
B. Konversi digital ke analog
C. Modulasi
D. kuantisasi
Jawaban: B
4. Sinyal telegraf adalah contoh dari
A. Sinyal digital
B. Sinyal analog
C. Sinyal impuls
D. Kereta pulsa
Jawaban: A
5. Dibandingkan dengan sistem analog, pemrosesan sinyal digital memungkinkan
1) Operasi yang dapat diprogram
2) Fleksibilitas dalam desain sistem
3) Sistem yang lebih murah
4) Lebih banyak keandalan
A. 1, 2 dan 3 benar
B. 1 dan 2 benar
C. 1, 2 dan 4 benar
D. Keempatnya benar
Jawaban: D
Soal Pilihan Ganda Sistem Bilangan
1. Bilangan heksadesimal adalah campuran dari
A. Bilangan Oktal dan Desimal
B. Bilangan biner dan oktal
C. Bilangan biner dan desimal
D. Huruf dan angka desimal
Jawaban: D
2. Bilangan biner 10011101 sama dengan bilangan desimal
A. 9D
B. 9E
C. 9F
D. BC
Jawaban: A
3. Hanya memiliki dua kemungkinan nilai 0 dan 1 Adalah
A. Byte
B. Kilobyte
C. Bit
D. Megabyte
Jawaban: C
4. Persamaan biner dari 23 adalah
A. 10111
B. 11011001
C. 11100101
D. 110011
Jawaban: A
5. Kumpulan dari 8 bit disebut sebagai
A. Bit
B. Byte
C. KB
D. MB
Jawaban: B
https://onlinelearning.uhamka.ac.id/
Komentar