Tugas 2 Irwan Kriptografi 4DTI23

 Pengertian Kriptografi

Kriptografi Merupakan tool yang sangat penting di dalam keamanan informasi. Kata cryptography berasal dari bahasa Yunani: cryptós (secret) gráphein (writing) Artinya “secret writing”. Jadi dapat dismpulkan bahwa Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, integritas data, serta otentikasi.

Terdapat beberapa layanan Kriptografi, diantaranya :

1. Kerahasiaan pesan (Confidentiality/privacy/secrecy).

2. Keaslian pesan (Data integrity).

3. Keaslian pengirim dan penerima pesan (Authentication).

4. Anti penyangkalan (Non-repudiation).


Terminologi didalam kriptografi

1. Pesan

Pesan merupakan informasi yang dapat dibaca dan dimengerti maknanya (baik dipersepsi secara visual maupun audial) contohnya seperti teks, gambar, musik, video, tabel, daftar belanja, gambar 3D. Nama lain: plainteks (plaintext), plain-image, plain-video, plain-video.

2. Pengirim (sender): pihak yang mengirim pesan.

3. Penerima (receiver): pihak yang menerima pesan.

4. Cipherteks (ciphertext): 

Cipherteks adalah pesan yang telah disandikan sehingga tidak bermakna lagi. Tujuan nya agar pesan tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berhak. Nama lain: kriptogram (cryptogram).

5. Enkripsi (encryption) : Adalah proses menyandikan plainteks menjadi cipherteks. Nama lain: enciphering.

6. Dekripsi (decryption): Merupakan proses mengembalikan cipherteks menjadi plainteks semula. Nama lain: deciphering.

7. Kriptanalisis (cryptanalysis): 

Disebut sebagai ilmu dan seni untuk memecahkan chiperteks menjadi plainteks tanpa mengetahui kunci yang digunakan. Pelakunya disebut kriptanalis, Kriptanalisis merupakan “lawan” kriptografi. Teknik kriptanalisis itu sendiri sudah ada sejak abad ke-9.

8. Cipher

Cipher adalah Algoritma enkripsi dan dekripsi atau aturan untuk enchipering dan dechipering, cipher menggunakan fungsi matematika yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi pesan.

Contoh: Enkripsi: Geser tiga huruf ke kanan.
Dekripsi: Geser tiga huruf ke kiri.

9. Penyadap (eavesdropper) : adalah orang/mesin yang mencoba menangkap pesan selama ditransmisikan. - Nama lain: enemy, adversary, intruder, interceptor, bad guy.

10. Data Encryption on Motion 

▪ Enkripsi PIN kartu ATM yang ditransmisikan dari mesin ATM ke komputer server bank.
▪ Enkripsi password yang diberikan oleh pengguna ke computer host/server
▪ Enkripsi nomor kartu kredit pada transaksi e-commerce di internet.
▪ Enkripsi siaran televisi berbayar (Pay TV)
▪ Enkripsi pesan (teks, audio, video) melalui Whatsapp
▪ Enkripsi percakapan melalui ponsel (di negara-negara tertentu)

Cloud Computing versus Cryptography:

▪ Cloud computing menghadirkan tantangan keamanan sebab provider cloud tidak bisa sepenuhnya dipercaya (dapat memanipulasi data client).
▪ Riset-riset dalam cloud cryptography fokus pada primitif dan protokol kriptografi yang mencoba menyeimbangkan antara kemanan, efisiensi, dan fungsionalitas.


Sejarah Kriptografi

Kriptografi pada zaman India Kuno 

• Di India, kriptografi digunakan oleh pencinta (lovers) untuk berkomunikasi tanpa diketahui orang.
• Bukti ini ditemukan di dalam buku Kama Sutra yang merekomendasikan wanita seharusnya mempelajari seni memahami tulisan dengan cipher

Kriptografi pada Zaman Renaisans di Eropa
• Zaman renaisans → abad pertengahan (abad 15-16)
• Cipher terkenal pada abad pertengahan: 

1. Vigenere Cipher Dipublikasikan oleh diplomat Perancis bernama Blaise de Vigenere pada tahun 1586.
2. Playfair Cipher Dipromosikan oleh diplomat Inggris, Lord Playfair, meskipun penemu aslinya adalah Charles Wheastone pada tahun 1854.

Kriptografi pada Perang Dunia II
• Perang Dunia ke II, Pemerintah Nazi Jerman membuat mesin enkripsi yang dinamakan Enigma.
• Enigma cipher berhasil dipecahkan oleh pihak Sekutu.
• Keberhasilan memecahkan Enigma sering dikatakan sebagai faktor yang memperpendek perang dunia ke-2.




Dosen Uhamka Optimistis Generasi Muda Indonesia Punya Potensi di Bidang IT


Abdullah Mudzakir, seorang siswa SMK 8 Semarang yang duduk dibangku kelas XI dan bertempat tinggal di Dusun Karangbolo, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Kini ia dikenal oleh warganet karena kepandaiannya dalam dunia IT dan coding mendapat pengakuan dari Google Inc.

Dikutip dari laman detikjateng, Abdullah Mudzakir yang kerab disapa Dzakir ini mendapatkan hadiah 5.000 USD atau setara Rp 75 juta saat berhasil menemukan bug atau celah kerentanan dalam sistem Google. Di dalamnya, ia menjelaskan bahwa sejak duduk dibangku SMP kelas 3 telah otodidak belajar coding dengan memakai laptop kakaknya.

Sehubung dengan kehebatan Dzakir, Endy Sjaiful Alim selaku dosen Fakultas Teknologi Industri dan Informatika Universitas Muhammadiyah Prof DR HAMKA (FTII Uhamka) sekaligus Kepala Badan Pengembangan Teknologi dan Informasi (BPTI) Uhamka menanggapi secara optimis bahwa generasi muda bangsa Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam bidang Coding dan security Computer.

“Generasi muda seperti ini memang harus diapresiasi dan dituntun agar kemampuannya semakin meningkat, baik secara praktis maupun akademis. Terlebih dalam hal ketrampilan Coding, hal ini memiliki  tingkat kerumitan tersendiri. Apalagi Dzakir terbukti telah berhasil menemukan bug pada system scurity Google, tentu ini adalah hal yang luar biasa, karena Google sendiri merupakan perusahaan yang besar dan tentu memiliki sofistikasi yang tinggi dalam system scuritynyaMaka ini merupakan langkah awal yang baik bagi Dzakir, untuk terus meningkatkan kemampuannya di bidang IT,” tutur Endy.

Endy menjelaskan bahwa Coding merupakan suatu tindakan dari langkah-langkah pemrograman dengan menuliskan kode atau skrip dalam bahasa pemrograman. Supaya skrip tersebut dapat dipahami oleh komputer, maka saat proses membuat coding harus mengikuti aturan atau sintaks yang berlaku. Aturan sintaks sangat tergantung dari bahasa pemrograman apa yang digunakan saat menuliskan skrip.

“Ada lebih dari 700 bahasa pemrograman yang bisa kita pelajari. Di antaranya, yang paling populer adalah Python, Java, JavaScript, dan C++. Bahasa pemrograman  ini bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang sangat diperlukan dewasa ini, seperti untuk membangun website, mobile apps, manajemen server dan aplikasi lainnya. Di Fakultas Teknologi Industri dan Informatika Uhamka, mahasiswa diajari dan sudah menguasai berbagai bahasa pemrograman computer. Hal ini terbukti dengan keberhasilan mahasiswa dalam membuat berbagai aplikasi yang telah diaplikasikan di univeritas juga diluar universitas. Aplikasi tersebut diantaranya Sistem Bimbingan Mahasiswa (SIBIMA), Sistem Absensi Perkuliahan (SIAP), Sistem Manajemen Kinerja (SIMAKIN) dan lain lain,” jelas Endy.


Source : 

https://onlinelearning.uhamka.ac.id

https://uhamka.ac.id/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 9 [Irwan] One Time Pad