Kripto Klasik Oleh Irwan

 • Cipher di dalam kriptografi klasik disusun oleh dua teknik dasar: 

1. Teknik substitusi: mengganti huruf plainteks dengan huruf cipherteks. 

2. Teknik transposisi: mengubah susunan/posisi huruf plainteks ke posisi lainnya. • Oleh karena itu, dikenal dua macam cipher di dalam kriptografi klasik: 1. Cipher Substitusi (Substitution Ciphers) 2. Cipher Transposisi (Transposition Ciphers)

Cipher Substitusi 

• Contoh: Caesar Cipher 

• Tiap huruf alfabet digeser 3 huruf ke kanan 

pi : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

ci : D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C 

• Contoh: Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix Cipherteks: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA

• Supaya lebih aman, cipherteks dikelompokkan ke dalam kelompok n-huruf, misalnya kelompok 4-huruf:

Semula: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA 

Menjadi: DZDV LDVW HULA GDQW HPDQ QBAREHOLA       

• Atau membuang semua spasi: DZDVLDVWHULAGDQWHPDQQBAREHOLA

• Tujuannya agar kriptanalisis menjadi lebih sulit

Jika pergeseran huruf sejauh k, maka: Enkripsi: c = E(p) = (p + k) mod 26 Dekripsi: p = D(c) = (c – k) mod 26 k = kunci rahasia 

Untuk 256 karakter ASCII, maka: Enkripsi: c = E(p) = (p + k) mod 256 Dekripsi: p = D(ci ) = (c – k) mod 256 k = kunci rahasia

Jenis-jenis Cipher Substitusi:

1. Cipher abjad-tunggal (monoalphabetic cipher) 

2. Cipher substitusi homofonik (Homophonic substitution cipher) 

3. Cipher abjad-majemuk (Polyalpabetic substitution cipher )

4. Cipher substitusi poligram (Polygram substitution cipher )

#Cipher abjad-tunggal (monoalphabetic cipher)

• Satu huruf di plainteks diganti dengan satu huruf yang bersesuaian. Contoh: Caesar Cipher 

• Jumlah kemungkinan susunan huruf-huruf cipherteks yang dapat dibuat pada sembarang cipher abjad-tunggal adalah sebanyak 

26! = 403.291.461.126.605.635.584.000.000

#Cipher Substitusi Homofonik

• Setiap huruf plainteks dipetakan ke dalam salah satu huruf atau pasangan huruf cipherteks yang mungkin. 

• Tujuan: menyembunyikan hubungan statistik antara plainteks dengan cipherteks 

• Fungsi ciphering memetakan satu-ke-banyak (one-to-many). 

Misal: huruf E → AB, TQ, YT,UX (homofon)

 huruf B → EK, MF, KY (homofon)

#Cipher Abjad-Majemuk

Cipher abjad-tunggal: satu kunci untuk semua huruf plainteks 

• Cipher abjad-majemuk: setiap huruf menggunakan kunci berbeda. 

• Cipher abjad-majemuk dibuat dari sejumlah cipher abjad-tunggal, masing-masing dengan kunci yang berbeda. 

#Cipher substitusi poligram

• Blok huruf plainteks disubstitusi dengan blok cipherteks. 

• Misalnya AS diganti dengan RT, BY diganti dengan SL

• Jika unit huruf plainteks/cipherteks panjangnya 2 huruf, maka ia disebut digram (bigram), jika 3 huruf disebut ternari-gram, dst 

• Tujuannya: distribusi kemunculan poligram menjadi flat (datar), dan hal ini menyulitkan analisis frekuensi. 

#Cipher Transposisi 

• Cipherteks diperoleh dengan mengubah posisi huruf di dalam plaintekls. 

• Dengan kata lain, algoritma ini melakukan transpose terhadap rangkaian huruf di dalam plainteks. 

• Nama lain untuk metode ini adalah permutasi, karena transpose setiap karakter di dalam teks sama dengan mempermutasikan karakter-karakter tersebut.

#Super-enkripsi 

• Menggabungkan cipher substitusi dengan cipher transposisi. Contoh. Plainteks hello world 

• dienkripsi dengan caesar cipher menjadi KHOOR ZRUOG 

• kemudian hasil ini dienkripsi lagi dengan cipher transposisi (k = 4): KHOO RZRU OGZZ Cipherteks akhir adalah: KROHZGORZOUZ

 https://onlinelearning.uhamka.ac.id


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas 9 [Irwan] One Time Pad